yang lain dari manonjaya

Sabtu, 30 Oktober 2010

Suhu tepat = BBM hemat, kendaraan selamat

Suhu tepat = BBM hemat, kendaraan selamat

Suhu Tepat, BBM Hemat

 

Pada suatu pertemuan klub mobil, seorang teman dengan bangga memperlihatkan jarum temperatur mobilnya yang menunjukkan posisi seperempat, sementara pada umumnya untuk mobil yang sama seharusnya menunjukkan posisi setengah. Ia menganggap sistem pendingin mesin pada mobilnya bekerja dengan baik dan akan bebas dari masalah overheat. Sementara itu ada juga teman yang baru saja mencabut thermostat dari mesin mobilnya karena takut masalah overheat terulang lagi.
Kedua hal di atas ternyata banyak juga terjadi pada mobil merek lain, khususnya mobil eropa. Apa dampak negatifnya buat mobil tersebut?
Mesin mobil bekerja secara optimal pada suhu yang cukup tinggi (sekitar 93ºC). Jika mesin bekerja pada suhu yang rendah akan membuat komponen mesin cepat mengalami kerusakan, detonasi, membuat polusi dan boros bahan bakar.
Untuk itu hal terpenting yang dilakukan oleh semua produksen mobil adalah membuat pengatur suhu agar mesin segera mencapai suhu kerjanya dan menjaganya agar tetap konstan (stabil).
Selain suhu kerja mesin yang ideal, untuk terjadinya proses pembakaran yang sempurna, diperlukan campuran bensin dan udara yang tepat.
Komposisi campuran bensin dan udara sering disebut Air-Fuel Ratio (AFR).
Idealnya AFR bernilai 14,7 . Artinya campuran tersebut terdiri dari 1 butir bensin berbanding 14,7 butir udara atau disebut dengan istilah Stoichiometry.


Pada kondisi dingin, mesin memerlukan lebih banyak bensin (AFR kaya) dan putaran mesin perlu dibuat lebih tinggi agar dapat bekerja dengan baik dan tidak berguncang (coldstall).
Ketika mesin mencapai suhu kerja ideal AFR kembali dibuat mendekati ideal (AFR = 14,7).
Mesin yang masih menggunakan karburator, proses pengaturan AFR dilakukan melalui Choke maupun Choke otomatis yang menggunakan vacuum solenoid dan temperature vacuum valve.
Pada mesin injeksi, pengaturan AFR dilakukan oleh ECU (Engine Control Unit – komputer pengatur mesin) berdasarkan referensi sensor suhu air di blok mesin (Coolant Temperature Sensor) untuk kemudian ECU mengatur putaran mesin dan debit bensin yang disemprotkan injektor.

Thermostat sebagai pengatur suhu
Mesin mobil yang menggunakan sistem pendingin air menggunakan thermostat sebagai pengatur suhu. Thermostat berfungsi sebagai katub/keran aliran air dari mesin ke radiator. Pada saat masih dingin, thermostat menutup sehingga air akan berputar-putar di blok mesin yang membuat suhu kerja ideal cepat tercapai.
Saat suhu kerja tercapai, maka thermostat membuka sehingga air mulai dialirkan ke radiator untuk di dinginkan agar suhu mesin tidak melebihi suhu kerjanya, ketika suhu mulai terlalu dingin thermostat kembali menutup, begitu seterusnya sehingga membuat suhu mesin menjadi stabil.
Thermostat sebagai ‘kambing hitam’
Sering terdengar kasus overheating yang diakibatkan oleh sistem pendingin, atau kasus mesin yang selalu dalam kondisi panas.
Dari kasus-kasus tersebut tidak sedikit bengkel yang menyarankan untuk mencabut thermostat karena dianggap sebagai biang keladinya. Ada pula bengkel yang menyarankan agar mengganti dengan thermostat bersuhu kerja lebih rendah dari standarnya dengan alasan iklim Indonesia yang cukup panas (tropis).
Mencabut thermostat adalah tindakan yang salah, karena mesin akan cukup lama mencapai suhu kerjanya, bahkan tidak pernah mencapai suhu kerja yang ideal. Suhu mesin pun menjadi tidak stabil, ketika sedang menuruni bukit atau kecepatan tinggi suhu mesin akan menjadi sangat dingin.
Mengganti thermostat bersuhu kerja lebih rendah dari yang disarankan pabrik juga membuat mesin bekerja dibawah suhu kerja ideal.

Solusi: Cermati Suhu Kerja Mesin
Apabila kita menggunakan mobil bekas atau yang sudah tua, coba untuk mencermati suhu kerja mesin mobil kita. Lihat jarum petunjuk temperatur pada panel instrumen.
Coba juga sempatkan bertanya ke bengkel resmi atau ikut serta mailing list maupun klub mobil sejenis untuk menanyakan pada posisi manakah suhu mesin kita dalam kondisi normal.

Apabila jarum temperatur menunjukkan suhu yang lebih rendah misalnya hanya seperempat (normalnya setengah), maka ada kemungkinan sebagai berikut:
1. Thermostat sudah dicabut : Membuat mesin bekerja dalam kondisi dingin, biasanya karena pernah terjadi overheating pada mesin, sehingga thermostat dilepas.
Solusi : Pasang thermostat sesuai ukuran temperatur yang dianjurkan pabrik.
2. Thermostat macet : Terjadi apabila thermostat rusak sehingga selalu dalam kondisi membuka.
Solusi : Ganti thermostat sesuai ukuran temperatur yang dianjurkan pabrik.
3. Thermostat bersuhu kerja rendah : Akibat menggunakan thermostat yang bersuhu kerja rendah membuat mesin bekerja disuhu kerja yang rendah.
Solusi : Ganti thermostat sesuai ukuran temperatur yang dianjurkan pabrik.

TIPS Perawatan Sistem Pendingin Mesin:
Perhatian terhadap komponen sistem pendingin lainnya juga perlu agar mesin selalu dalam kondisi prima:
1. Flush dan ganti coolant secara teratur. Kualitas dan jenis coolant yang dipakai sangat menentukan keawetan mesin, dianjurkan memakai Extended Life Coolant (ELC) atau Surfactant Coolant (SC), beberapa produk coolant dijual siap tuang.
2. Hindari menggunakan air ledeng atau air sumur untuk mengisi radiator. gunakan aquadest yang dicampur dengan coolant sebagai inhibitor (pencegah karat dan kerak). Pemakaian aquadest saja tak dapat mencegah timbulnya karat.
3. Gunakan Radiator Coolant yang bermutu baik, dan pakai sesuai anjuran.
4. Ganti tutup radiator setiap 4 – 5 tahun, kerusakan tutup radiator menyebabkan tidak dapat melepas kelebihan tekanan sehingga akan merusak cylinder head gasket dan kepala radiator, gunakan tutup radiator original.
5. Ganti thermostat setiap 5 tahun, jika tetap akan menggunakan thermostat bersuhu lebih rendah dari anjuran pabrik, jangan lebih dari 5ºC perbedaannya. Ingat, thermostat jangan dilepas.
6. Periksa kinerja motor fan atau visco fan.
7. Ganti waterpump apabila sudah terdeteksi terjadi kebocoran atau aliran air lemah.
8. Jika radiator yang berbahan plastik pecah/retak, ganti dan gunakan radiator head original, jangan mengganti dengan bahan kuningan, karena jika terjadi over-pressure, maka komponen mesin lain akan dapat pecah atau retak
9. Pemakaian Radiator coolant untuk mesin diesel sebaiknya memakai jenis Extended Life.
(sumber: The Beginner Files – IDMOC)
Semoga bermanfaat,
Catatan:
Artikel ini dibuat berdasarkan pengalaman dan pendekatan teori dari beberapa sumber referensi, sehingga memungkinkan masih adanya ketidak sempurnaan maupun keakuratan teori maupun kesimpulan dari artikel ini.


mengenal tutup radiator

Tutup Radiator

Terkadang kita sering meremehkan hal-hal yang terlihat kecil pada kendaraan kita. karena harganya yang murah dan tampangnya yang tidak canggih. Tetapi terkadang benda itu sebenarnya memliki fungsi yang kompleks dan cara kerja yang cukup canggih juga. Salah satunya adalah tutup radiator.
Tutup radiator : setiap kendaraan mobil pasti memiliki tutup radiator atau Radiator Cup. Benda ini kecil dan sederhana namun fungsinya sangat luar bisa. Dan jika terjadi kegagalan atau kerusakan pada benda ini akibatnya bisa sangat fatal.
Fungsi utama dari tutup radiator ini adalah menutup lubang pengisian coolant atau air radiator. Disamping fungsi utamanya, tutup radiator memliki fungsi tambahan yang jauh lebih kompleks dibandingkan fungsi utamanya. Yaitu sebagai penjaga tekanan didalam ruang sirlkulasi air dan sebagai pengatur aliran air dari dan menuju tabung reservoir.

Gambar :http://www.sweethaven02.com/Automotive01/fig0606.gif
Tutup radiator menjaga tekanan di dalam ruang sirkulasi air atau coolant. Tekanan tertinggi yang diperbolehkan didalam ruang sirkulasi dibutuhkan agar titik didih air dapat di tinggikan. Misalnya : titik didih normal air pada tekanan udara ambient normal adalah 100o C , namun dengan adanya tekanan lebih tinggi di dalam ruang sirkulasi maka temperatur dapat mencapai angka yang lebih tinggi sebelum air radiator mendidih dan menguap dari mesin. Sebagai contoh kita ambil saja contoh extreme, dengan adanya tekanan 0.9 bar didalam ruang sirkulasi air maka air dapat mencapai angka 120o C. Kenapa temperatur tinggi diharapkan didalam ruangan sirkulasi air ?? Hal ini sesuai dengan prinsip perpindahan kalor yaitu dengan semakin besarnya perbedaan temperatur (delta T) maka akan semakin banyak kalor yang dapat dipindahkan. Jika temperatur air di radiator mencapai 120o C sedangkan temperatur udara di luar tetap 30o C maka kalor yang dipindahkan dari radiator ke udara akan lebih besar dibandingkan jika air radiator hanya bertemperatur 100o C dan temperatur udara di luar radiator tetap 30o C. Hal ini juga yang menunjukkan mengapa mesin akan lebih efisien jika dalam kondisi panas. Tutup radiator dalam hal ini bergungsi sebagai pressure valve . Yaitu menjaga tekanan di dalam ruang sirkulasi air tetap pada tekanan yang di inginkan. Biasanya di atas tutup radiator terdapat angka 0,9 atau 1,2 itu merupakan indikator tekanan yang harus dipertahankan di dalam ruangan sirkulasi air dalam satuan Bar. Jika tekanan didalam ruangan sirkulasi air sudah melebihi tekanan set, maka pegas dari pressure valve akan tertekan ke atas, kemudian akan terbuka ruangan yang menghubungkan antara ruang sirkulasi air dengan ruang reservoir sehingga tekanan dapat dikurangi sekaligus volume air yang mengalami expansi akibat pemanasan dipindahkan ke reservoir.
Ketika mesin dimatikan atau mesin mengalami pendingian begitupula dengan air radiator maka akan mengalami pendinginan, sebagai akibatnya volume air akan mengalami penyusutan. Efek samping dari adanya penyusutan volume air maka akan terjadi ke vakuuman di dalam ruang sirkulasi air. Ketika terjadi kevakuuman di ruang sirkulasi air maka klep tutup radiator bagian tengah yang kecil akan membuka maka ruang sirkulasi air dan reservoir akan terhubung kembali dan karena adanya vakuum di ruang sirkulasi air maka air akan mengalir kembali dari tabung reservoir ke ruang sirkulasi. Klep kecil ditengah tutup radiator ini di sebut vacuum valve karena bekerja pada saat ke vakuuman terjadi di ruang sirkulasi air.
Bayangkan jika tutup radiator yang anda miliki gagal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pressure valve atau vacuum valve. Kegagalan tutup radiator dalam menjalankan fungsinya bisa diakibatkan usia tutup radiator yang sudah cukup tua sehingga pegas-pegas yang berfungsi sebagai pengatur fungsi valve sudah tidak bekerja sesuai dengan spec, atau juga bisa diakibatkan korosi dan kotoran atau endapan air radiator yang terdapat di tutup radiator menghambat kerja pegas. Selain itu tutup radiator yang imitasi dan dengan kualitas rendah juga sangat rentan kegagalan dalam melakukan fungsi pressure valve dan vacuum valve.
Masalah-masalah yang timbul akibat kegagalan fungsi dari tutup radiator antara lain :
  • Fungsi Pressure Valve : Jika terjadi kegagalan fungsi ini maka tutup radiator tidak dapat menjaga tekanan tinggi didalam ruang sirkulasi, akibatnya air di ruang sirkulasi akan cepat mendidih (boil) dan berubah menjadi uap air yang dapat dengan mudah lolos dari ruang sirkulasi air sehingga air radiator kerap berkurang padahal mesin kita tidak bermasalah dan indikator temperatur juga tidak menunjukan panas yang significant. Atau sebaliknya jika tekanan yang berlebih di dalam ruang sirkulasi tidak dapat di release/ di lepas ke udara melalui reservoir maka di dalam ruang sirkulasi air akan terjadi tekanan tinggi di luar kemampuan parts-parts kendaraan kita. Yang terjadi adalah indikator temperatur akan menunjukan "hot " , parts-parts yang tidak tahan terhadap tekanan tinggi akan mengembang dan akhirnya meletus/meledak atau bocor seperti selang radiator, seal waterpump bocor bahkan radiator itu sendiri yang bocor.
  • Fungsi Vacuum Valve : Jika terjadi kegagalan fungsi ini maka tutup radiator tidak dapat membuka ketika terjadi pendinginan di dalam ruang sirkulasi air, hal ini mengakibatkan air dari tabung reservoir tidak dapat masuk kembali ke ruang sirkulasi air. Ketika dingin dan kita check volume air radiator akan terlihat berkurang padahal temperatur pada indikator temperatur biasa-biasa saja. Sedangkan volume air di tabung reservoir akan penuh terus dan bahkan luber.
Jika dilihat dari fungsi-fungsi diatas tutup radiator sangat memegang peranan penting dalam hal pendinginan mesin. Jika dilihat bentuknya yang kecil dan cukup sederhana kita tidak akan menyadarinya.
TIPS : Jika anda ingin membeli tutup radiator pastikan tekanan yang diperbolehkan oleh specifikasi mobil anda sesuai dengan yang tertera pada tutup radiator. Tidak semua mobil sama tekanan tutup radiatornya. Pada umumnya untuk kendaraan Jepang lawas rata-rata menggunakan 0,9 bar.

Apa itu termostart.......????

APA ITU TERMOSTART ???

Termostat Alat Vital Mesin InjeksiApr 24, '08 9:18 PM
for everyone
Suhu Ideal Mesin Diatur Secara Akurat
SISTEM pendinginan memiliki peranan amat vital dalam menjaga kinerja mesin agar tetap dalam kondisi stabil. Kinerja mesin paling efisien dan efektif terjadi pada suhu antara 82 hingga 93 derajat celcius. Pada suhu tersebut, proses pembakaran campuran BBM dengan udara berlangsung mendekati sempurna, sehingga seluruh energi kimia dari minyak bumi bisa dikonversikan menjadi gerak mekanik untuk mendorong mobil.
Suhu mesin yang terlalu dingin akan menyebabkan konsumsi bensin menjadi boros. Sebaliknya, suhu tinggi membuat kepala silinder mesin melengkung. Di sinilah peranti termostat memiliki peranan penting agar mesin tidak overheated dan cepat mencapai suhu optimum.
Termostat memiliki fungsi untuk menjaga kestabilan suhu mesin. Tugasnya adalah menutup dan membuka sirkulasi aliran air pendingin mesin yang menuju radiator. Posisi alat ini berada antara mesin dan selang radiator. Ketika suhu mesin mobil berada di bawah angka ideal, termostat akan menahan aliran air dari mesin menuju radiator. Saat itu, aliran air akan berputar di dalam blok mesin saja. Pada suhu air mencapai antara 82 derajat hingga 93 derajat, katup termostat otomatis akan terbuka kecil.


Begitu pula bila suhu meningkat di atas 93 derajat dan mesin menjadi panas, termostat akan membuka katupnya lebar-lebar. Air panas pun mengalir masuk ke radiator untuk didinginkan. Selanjutnya air dari radiator yang telah dingin disalurkan oleh water pump menuju blok mesin. Katup termostat akan terus membuka selama mesin panas, dan menutup kembali saat suhu mesin berubah dingin.
Mengingat pentingnya peranti termostat tersebut, diharapkan jangan mencopot alat ini. Kalau pemilik kendaraan mencopot termostat, efek yang terbesar adalah mesin lambat menjadi panas. Suhu ideal mesin akan lebih lama tercapai.
Anggapan bahwa mencopot termostat akan mempercepat menurunkan suhu ketika mesin panas, tidaklah tepat. Termostat akan langsung bereaksi saat mendeteksi suhu air melebihi dari suhu ideal tadi.
Efek lainnya bila termostat itu dilepas, maka sirkulasi air pendingin tidak ada yang mengatur lagi. Hasilnya saat mesin dingin, air tetap bersirkulasi dan berputar menuju radiator. Imbasnya, mesin jadi lebih lama untuk mencapai suhu kerja yang ideal. Seiring dengan itu mesin pun kurang optimal dan cenderung boros bahan bakar.
Tidak adanya termostat juga membuat kerja ECU (Engine Control Unit) jadi ngaco. Data sensor yang tidak akurat akan membuat ECU memerintahkan pasokan campuran bahan bakar udara yang keliru.
Karena termostat dicabut sirkulir air terus berjalan baik ketika suhu panas maupun dingin. Itu menjadikan data besaran suhu ke ECU tidak akurat lagi. Maka ECU pun akan memberikan instruksi yang tidak benar pada penyaluran campuran bahan bakar. Bila itu terjadi tentu pemakaian BBM pun tidak ekonomis.

Sensor Electronic
Termostat adalah benda yang mengagumkan karena bentuknya yang kecil, tetapi memiliki peranan penting. Rahasia kerja termostat terletak pada silinder kecil dekat mesin. Silinder ini berisi wax atau semacan lilin, yang mengembang kalau terkena panas. Ketika wax mengembang, batang dalam silinder akan bergerak menekan katup termostat untuk membuka. Untuk melihat cara kerja termostat, bisa dilakukan dengan cara mencelupkan peranti ini pada baskom yang berisi air panas.
Teknologi termostat terus berkembang. Malahan kini sudah menginjak ke sistem elektronik yang menggantikan teknik buka katup mekanis. Pada prinsipnya kerja sistem ini masih sama dengan model mekanis, hanya bedanya sistem buka tutup diatur oleh sensor elektronik
Katup elektronik ini diklaim lebih unggul, karena dapat membuka dengan besaran yang presisi dibandingkan teknologi konvensional. Katup tidak akan membuka kalau suhu belum tepat benar menyentuh angka 82 derajat celcius. Ford memasang teknologi elektronik ini pada model sedan Mondeo. Katup termostat akan membuka atau menutup untuk mendinginkan blok dan kepala silinder berdasarkan perintah sensor panas mesin. Peranti ini dirasakan cukup efektif guna meredam panas mesin untuk mendapatkan setelan pemakaian bahan bakar yang efisien.
Pabrikan komponen Bosch mengembangkan teknologi baru yang menggantikan termostat tunggal dengan sistem katup-katup elektronik yang menyeluruh. Ini akan membuat kontrol suhu mesin lebih akurat yang mendorong performa mesin meningkat.
Disebut menyeluruh karena kerja katup mekanis yang ada dalam sistem pendingin digantikan oleh elektronik. Katup termostat dikombinasikan dengan water pump elektrik yang memakai listrik sebesar 12 volt. Seluruh sistem Bosch ini dikendalikan oleh sistem manajemen mesin keluaran Motronic. (ovi)

Perhatikan Kondisi Termostat
Sama dengan komponen mobil lainnya, termostat mempunyai umur masa pakai yang terbatas. Sebaiknya gantilah peranti termostat sebelum rusak, disarankan setiap 50.000 km. Termostat yang sudah rusak tidak bisa diperbaiki, jadi harus membeli yang baru.
Salah satu kondisi yang membuat termostat tidak dapat bekerja dengan baik adalah karat. Karat pada dinding-dinding termostat harus dihindari. Penyebabnya karena komponen ini sebagian besar memakai bahan besi. Potensi terjadinya karat semakin membesar, bila air di radiator/ pendingin kotor. Itu sebabnya, penggantian secara berkala dengan air yang steril, dapat meminimalisasi munculnya karat. Lakukanlah pengurasan air radiator minimal 20.000 km.
Untuk mengetahui kondisi termostat, mau tidak mau harus membuka dudukan alat tersebut. Bila diketahui karat pada termostat sudah telanjur menempel dan banyak, maka peranti termostat harus diganti yang baru. Pasalnya, tumpukan karat pada dinding termostat bisa membuat komponen katup tidak bekerja dan macet. Kalau macet, maka termostat tidak dapat menjalankan fungsi buka-tutup aliran air dari radiator ke mesin. Terhambatnya mekanisme buka tutup katup bisa membuat termostat selalu terbuka, atau sebaliknya, tertutup terus.
Jika terbuka, aliran air antara mesin dan radiator akan terus-menerus mengalir. Situasi ini bisa membuat mesin overcooling yang dampaknya membuat temperatur kerja mesin sulit tercapai. Sebaliknya, bila kondisi tertutup membuat aliran air antara mesin dan radiator akan terhalang. Akibatnya, pada saat air pendingin telah mencapai temperatur kerja dan mendekati titik didih, tidak dapat bertukar dengan air yang dingin. Karena tidak mendapat pendinginan, bisa terjadi overheating.
Untuk mengetahui apakah termostat masih bekerja baik, bisa dilakukan dengan cara mencelupkannya ke wadah yang berisi air panas. Sebelum memasukkan termostat, terlebih dahulu lihat tanda pada bagian atas termostat. Biasanya pada bagian ini akan tertera suhu minimal saat katup termostat membuka atau menutup. Misalnya tertulis 92 derajat celcius. Itu artinya katup akan tertutup hingga suhu tersebut. Di atas suhu itu, katup akan membuka agar air yang panas dapat bersirkulasi ke dalam radiator. 
Usahakan air panas yang berada dalam baskom berada di atas suhu yang tertulis di termostat, umumnya di atas 100 derajat celcius. Untuk mengetahui suhu tersebut, bisa memakai bantuan alat termometer atau pengukur suhu badan. Prosedur pengujian dilakukan dengan cara memasukkan termostat dan termometer ke dalam air. Kemudian lihat reaksi termostat. Jika dalam suhu tinggi, katup tidak bereaksi, maka termostat sudah rusak. Segeralah ganti yang baru. (ovi/bk)

tips perawatan radiator lagi

Ada tips perawatan radiator lagi

Tips Perawatan Radiator Mobil

Jangan mengisi Radiator Mobil dengan air sembarangan, bahkan air Mineral dalam kemasan pun tidak dianjurkan untuk dituangkan ke dalam Radiator, ini disebabkan mineral-mineral yang terkandung didalam air tanah maupun air mineral kemasan tersebut akan bereaksi dengan Logam Radiator, dan lambat laun akan mengakibatkan pengikisan pada dinding radiator hingga terjadi kebocoran, disisi lain hasil reaksi yang berupa kerak, sedimen dan zat kapur yang terkandung di air tanah akan menempel di dinding-dinding radiator dan silinder blok sehingga akan mengurangi kemampuan keduanya dalam melepas panas, yang lebih parah lagi adalah sedimen dan zat kapur menempel pada "TERMOSTAT" hingga mempengaruhi mekanisme buka tutupnya alias macet sehingga air panas tidak bisa mengalir ke Radiator dan hanya berputar-putar di silinder blok lewat selang bypass yang relative kecil, dan ujung-ujungnya ....... "OVER HEAT !".

Yang terbaik adalah : gunakan air murni ( murni H2O ), kita bisa mendapatkannya di pasaran ( bengkel dan toko otomotif part & accessories ) dalam bentuk kemasan botol plastik 1 liter yang biasanya digunakan untuk mengisi aki ( air aki tambahan ) dengan ciri-ciri "BER-TUTUP BOTOL BIRU". Merek branded yang umum beredar dipasaran adalah YUASA, Cap SINGA, dll, dimana pada kemasannya tertulis dengan jelas "BISA DIGUNAKAN UNTUK AIR RADIATOR" dengan harga berkisar antara Rp. 2.000,- ~ 3.000,- , tidak lebih mahal dibanding sebotor air mineral kemasan.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal lagi, anda bisa menambahkan Radiator Coolant dalam kemasan satu literan yang banyak beredar di pasaran ( merek branded : STP Radiator Coolant, Prestone Radiator Coolant, atau merk lain jika anda confident), tambahkanlah pada air Radiator sesuai petunjuk pada kemasan. Fungsi Coolant ini secara umum melindungi Logam Radiator dan Mesin dari korosi dan proses kimia lainnya, disamping itu juga menaikkan titik didih air Radiator, sehingga tidak gampang menguap. Atau jika ingin lebih praktis, dari ke dua merek di atas anda bisa mendapatkan air Radiator siap pakai ( tanpa perlu mencampur dengan air lagi, air murni dan Coolant sudah dicampur dalam takaran yang proporsional ) dalam kemasan 1 gallon ( ~ 3.785 liter ) dan tinggal tuang ke dalam Radiator.

Jika anda melakukan treatment di atas pada mobil anda, dan Radiator mobil anda dalam keadaan sehat ( tidak ada bocor dan rembesan pada sambungan-sambungan ke slang karet ), bisa dipastikan bahwa dalam pamakaian normal setahun ( 30~50 km / hari ), anda hanya perlu menambahkan air Radiator sebanyak tak lebih dari 2 botol air aki "TUTUP BOTOL BIRU". Disamping itu juga meminimalisir resiko kebocoran Radiator. Bindingkan dengan jika harus mengalami kebocoran Radiator akibat isi air sembarangan. Biaya minimal untuk repair Rp. 200.000,-. Dan jika beli Radiator baru berkisar antara Rp. 400.000,- ~ 800.000,- tergantung merk, belum termasuk ongkos pasang. Belum lagi biaya derek mobil jika anda mengalami kebocoran di jalan.

Ingat !, air aki ber "TUTUP BOTOL BIRU", jangan sampai anda membeli yang ber"TUTUP BOTOL MERAH", karena ini air aki jenis Zuur yang bermuatan elektronik yang digunakan untuk pengisian aki baru. Sifat air ini sangat reaktif terhadap Logam. Jika sampai tertuang ke dalam Radiator dijamin Radiator anda akan langsung melepuh dan bolong-bolong !

Sistem kerja pada radiator

sistem kerja pada radiator

Prinsif Kerja Radiator

Sistem pendingin mesin ada 3, yaitu melalui Air pendingin ( radiator), Udara dan Minyak pelumas, peran radiator dalam sistem pendingin mesin sangat penting. Seiring dengan waktu, radiator pun bisa bocor. Penyebab utamanya karena korosi atau karat ataupun terjadinya Krak sehingga aliran air terhambat. Khusus untuk bahan fiber, penyebab lainnya adalah panas dan tingginya tekanan air di radiator. Karat bisa timbul kalau air radiator kotor, sedangkan Krak bisa juga karena pemakaian Coolant yang kurang bagus atau air yang digunakan adalah air ledeng/ pam atau air sumur. Penggantian secara berkala dengan air yang steril dapat meminimalisasi kemunculan karat/ krak.

Sistem pendingin air terdiri dari beberapa komponen, yaitu water jacket, pompa air, radiator, thermostat, kipas, dan selang air. Secara sederhana, mekanisme kerja sistem pendingin mesin mobil bisa dibagi menjadi dua, saat mesin dalam kondisi dingin dan panas. Bila mesin masih dalam keadaan dingin, pendingin diberi tekanan oleh pompa air dan bersirkulasi. Saat itu thermostat masih tertutup, sehingga cairan bersirkulasi melalui selang bypass dan kembali ke pompa air.

Radiator Radiator

Radiator Cooling System & Cap radiator & Vacuum Valve

Lain lagi kalau mesin dalam keadaan panas. Setelah mesin menjadi panas, thermostat terbuka dan katup bypass tertutup dalam bypass sirkuit. Cairan yang bersuhu panas di dalam water jacket menyerap panas dari mesin kemudiann disalurkan ke radiator. Di radiator, cairan panas tersebut didinginkan dengan kipas dan putaran udara karena gerak maju kendaraan. Cairan yang bersuhu normal kemudian disalurkan kembali oleh pompa air ke water jacket.

Peranti radiator berfungsi mendinginkan cairan yang telah panas, setelah melalui water jacket. Radiator terdiri dari tangki air bagian atas (upper water tank), bagian bawah (lower water tank) dan radiator core pada bagian tengahnya. Cairan pendingin masuk ke upper tank dari selang atas (upper hose). Bagian tangki atas dilengkapi dengan tutup radiator (Cap ) untuk menambah air pendingin. Selain itu juga dihubungkan dengan slang ke resevoir tank sehingga air pendingin atau uap yang berlebih dapat ditampung. Khusus tangki bagian bawah dilengkapi dengan outlet dan keran penguras.

Untuk mendapatkan efek pendinginan yang lebih baik, maka perbedaan suhu antara udara luar dengan suhu air pendingin dalam radiator haruslah besar, dengan mempergunakan tutup radiator. Didalam tutup radiator terdapat relief valve atau klep relief dan vacum valve atau klep vakum yang mengatur agar tekanan dalam radiator tidak lebih dari 1 atmosfeer (atm) dan air mendidih dalam radiator diatas 100oC
Relief valve atau klep relief mempunyai fungsi untuk membuang kelebihan tekanan dalam radiator, bila telah melewati batas tekanan yang ditentukan oleh pabrik. Sedangkan vacuum valve atau klep vakum mempunyai fungsi untuk menyamakan tekanan di dalam radiator dengan tekanan udara luar, apabila suhu air pendingin dalam radiator turun sampai dibawah titik didihnya. thanks for anggi.

Perawatan radiator

PERAWATAN RADIATOR

Salah satu hal yang terpenting yang sering dilupakan oleh para pemilik mobil adalah Pentingnya merawat Radiator mobil. Banyak persepsi (anggapan) yang salah yang beredar di masyarakat pencinta otomotif kita yang malah membingungkan dan menyesatkan. beberapa diantaranya adalah sbb:
1. Perawatan radiator tidak penting, berbeda dengan perawatan mesin mobil?
2. Anggapan bahwa pemakaian radiator coolant malah mengakibatkan kerusakan pada radiator mobil?
3. Anggapan bahwa radiator coolant yang baik ialah radiator coolant yang mampu menaikan titik didih?
4. Bagaimana memilih Radiator Coolant yang baik ?
Mari kita bahas satu persatu: 
1. Perawatan radiator tidak  penting, berbeda dengan perawatan mesin mobil?.

Persepsi ini jelas salah besar. Jika radiator mobil anda mengalami kerusakan seperti kerak dan karat akibat dari ketidaktahuan pemilik mobil yang selalu beranggapan menggunakan air ledeng biasa sudah cukup,  maka akan terjadi proses karat yang cepat dan akan ada penumpukan panas, yang artinya panas yang keluar dari metal/besi radiator tertahan di kerak dan karat. logikanya jika radiator anda mengalami overheating (kepanasan) maka mesin mobil anda juga akan mengalami hal yang sama dan kemungkinan merembet ke bagian lain mobil. oleh karena itu rawatlah radiator mobil anda dengan baik dan benar.
2. Anggapan bahwa pemakaian radiator coolant malah mengakibatkan kerusakan pada radiator mobil?.
Anggapan ini ternyata banyak ditemui di masyarakat pencinta otomotif kita, Penggunaan radiator coolant yang tepat tidak mengakibatkan kerusakan pada radiator mobil. Oleh sebab itu sangat dianjurkan kepada pemilik mobil untuk hati-hati meneliti kandungan dari radiator coolant yang akan dibeli. Penggunaan air ledeng biasa akan mengakibatkan karat pada radiator mobil anda. sebab pada air ledeng biasa mengandung ion chlorid yang dapat mempercepat proses karat pada radiator.
Seperti yang sudah disebut di atas bahwa kerusakan yang sering terjadi pada radiator mobil adalah Overheating yang disebabkan oleh kerak dan karat, oleh karena itu sangat dianjurkan untuk menggunakan Radiator Coolant yang dicampur dengan air suling (H2O) sebagai pengisi radiator mobil anda. sebab air suling tidak mengandung mineral seperti Ion Chlorid (sumber utama timbulnya karat).
3. Anggapan bahwa radiator coolant yang baik ialah radiator coolant yang mampu menaikan titik didih?
Seringnya kami menemui pernyataan ini di tabloit atau website di internet. anggapan ini ada benarnya secara logika yaitu disaat cuaca panas dan macet di jalan sering kita mengalami masalah pada ac mobil yang tiba-tiba tidak dingin lagi (panas), hal ini disebabkan karena mesin mobil anda mengalami overheating (kepanasan), maka kita cepat menyimpulkan bahwa lebih baik menggunakan radiator coolant yang sifat dasarnya  dapat menaikan titik didihnya.
Seperti kita ketahui bahwa air biasa mendidih pada 100 derajat celcius, dan banyak radiator coolant yang beredar di pasaran yang selalu mempromosikan bahwa produknya dapat menaikan titik didihnya sampai di atas 100 derajat celcius. Jadi air radiator tidak akan mendidih dalam suhu 100 derajat celcius, maka air tidak akan cepat menguap.
Perlu kita ketahui dahulu bahwa bahan kimia yang mereka pergunakan untuk menaikkan titik didih tersebut adalah Ethylene Glycol. Bahan tersebut mempunyai efek samping yaitu dapat menimbulkan kerak pada radiator mobil untuk pemakaian dalam jangka waktu lama. hal inilah yang tidak dijelaskan kepada para pemilik mobil. memang radiator coolant tersebut tidak akan mendidih dalam suhu 100 derajat celcius dan tidak akan cepat menguap serta mesin mobil anda menjadi lebih dingin, tetapi resiko yang anda harus hadapi adalah penumpukan kerak pada radiator mobil anda.
cobalah lakukan beberapa test kecil ,  jika mobil anda sudah menggunakan radiator coolant yang mengklaim dapat menaikkan titik didih di atas 100 derajat celcius selama 1 tahun,  bawa dan periksalah  radiator anda di bengkel service radiator, perhatikan bahwa akan banyak kerak yang menumpuk pada kisi-kisi radiator anda. Hal ini membuktikan bahwa pemakaian radiator coolant yang dapat menaikan titik didih dapat menimbulkan kerak pada radiator anda

Sebenarnya untuk mobil baru tidak akan pernah mengalami overheating. karena radiator masih bagus dan sehat (belum terkontaminasi dengan kerak dan karat), Jadi persepsi yang baik dan benar adalah menyehatkan lebih baik daripada memperbaikinya. 
4. Bagaimana memilih Radiator Coolant yang baik ?
Radiator Coolant yang baik ialah Radiator Coolant yang tidak menyebabkan kerak dan karat pada radiator serta tidak bereaksi terhadap bahan yang terbuat dari karet. Hampir semua produk Radiator Coolant yang beredar di pasaran telah mempunyai anti karat,  tetapi banyak juga radiator coolant yang dapat menimbulkan kerak pada radiator hal ini disebabkan karena kandungan Ethylene Glycol yang berlebih untuk menaikkan titik didih. 
RC1 adalah produk kami yang telah teruji tidak mengakibatkan kerak dan karat pada radiator serta mampu melumasi metal agar terhindar dari Liner Pitting (keretakan yang di akibatkan oleh suhu tinggi) dan tidak bereaksi terhadap bahan yang terbuat dari karet. RC1 juga dapat melumasi pompa air pada radiator. RC1 juga mengandung sodium nitrit yang dapat mengurangi proses karat berlanjut. dan sodium mercaptobenzothiasole yang berfungsi sebagai pemisah kotoran mineral ( kerak ) dari metal, sehingga kerak tidak akan menumpuk pada besi radiator dan akan terbuang sewaktu mengganti air radiator.



Kesimpulan : 
  1. Jangan menggunakan air ledeng biasa pada radiator mobil anda, sebab air ledeng biasa bersifat oksida dan  dapat menimbulkan karat.
  2. Gunakan RC1 yang dicampur dengan air suling untuk hasil yang maksimal.
  3. Biasakanlah mengganti air radiator selama maksimal 6 bulan sekali atau 15.000 km
  4. Radiator coolant yang baik ialah yang tidak menimbulkan kerak dan karat serta tidak merusak bahan yang terbuat dari karet.
  5. Penggunaan RC1 berfungsi sebagai pencegah karat dan penekanan skala untuk menjaga mesin radiator tetap bersih dan bebas dari panas yang berlebihan, mengurangi waktu kerja dan menekan biaya perawatan hampir 75%. By alamand

Masalah pada radiator

MASALAH RADIATOR.......!!!!!!

Masalah pada Radiator.


Mesin mobil mengalami panas terlalu tinggi atau overheating, umumnya karena permukaan dalam sistem pendingin dipenuhi kerak atau karat. sirkulasi air pendingin pun tidak lancar. Akibat selanjutnya, panas mesin tidak bisa dilepaskan secara maksimal. kondisi tersebut makin parah bila kondisi kerja perangkat pembantu sistem pendingin seperti tutup radiator, termostat dan pompa juga ikut diserang kerak dan karat. kemampuan kerjanya akan terus menurun. resikonya, mesin akan over heating

Semua itu terjadi karena air yang digunakan kualitasnya beragam. 80% air Indonesia tidak bisa langsung digunakan langsung sebagai pendingin. penyebabnya, ekosistem Indonesia dengan curah hujan yang tinggi, kandungan ion chlorid yang tinggi pada air Indonesia akan menimbulkan kerak dan karat. kondisi itu terjadi karena kadar kapur atau tingkat kesadahan air di Indonesia sangat tinggi. kerak pun gampang terbentuk.

Proses karat yang sering terjadi pada radiator ialah Korosi Sumuran ( Pitting Corrosion ) dan Korosi Erosi (Erosion Corrosion). 
Korosi Sumuran yaitu proses karat yang di awali dengan pecahnya selaput pasif (film)  yang diikuti dengan inisiasi korosi sumuran pada potensial korosi sumuran kritik atau lebih tinggi. Ion Cl bermigrasi ke dalam sumuran yang bersifat anodik (akibat di dalam sumuran kelebihan ion positip) yang akan disertai dengan penurunan pH yang cukup besar hingga meningkatkan dengan sangat laju kelarutan logam didalam sumuran.
Kebanyakan kegagalan akibat pitting corrosion disebabkan oleh kehadiran ion chlorida dan khlorin yang terdapat pada air di indonesia. oleh sebab itulah maka sangat di anjurkan untuk  menggunakan air suling sebagai pencampur pada radiator mobil anda. air suling tidak mengandung ion chlorida, bromida dan hipoklorit. sehingga mengurangi ekses korosi sumuran (pitting corrosion) pada radiator mobil anda.
Sedangkan Korosi Erosi yaitu Korosi yang di awali dengan kerusakan selaput protektif (endapan protektif) yang melekat pada permukaan logam dan diakibatkan oleh aliran fluida yang cepat. Penipisan / hilangnya selaput pasif protektif menyebabkan laju korosi. Serangan korosi lebih cepat pada elbow (tikungan) dan tempat penyempitan pipa dalam turbin, pompa dan dalam saluran dengan bentuk struktur yang menyebabkan perubahan arah aliran dan peningkatan turbulensi. 
Logam -logam yang berkekuatan lebih rendah seperti baja karbon , tembaga dan alumunium (bahan-bahan ini banyak terdapat pada radiator mobil) rentan terhadap serangan korosi erosi
RC1 diformulasi sesuai dengan sifat-sifat air di Indonesia itu. termasuk penggunaan langsung air dari sumur. Lapisan micro anti-corrosion RC1 akan mencegah atau melapisi logam sistem pendingin mesin mobil dari pembentukan karat dan kerak. Perlindungan ini diberikan pada seluruh jenis logam, termasuk non-fero, seperti alumunium dan tembaga.
Bila sistem pendingin mesin sudah dipenuhi kerak dan karat, RC1 akan menghancurkannya.sekaligus membersihkan seluruh permukaan bagian dalam sistem pendingin mesin. Untuk ini, anda cukup menggunakan 500 ml (satu botol) RC1 . Jadi RC1 juga berfungsi sebagai radiator flush atau pembilas radiator.
RC1 bekerja secara fisis, bukan secara kimiawi seperti pada produk-produk treatment yang sudah ada atau radiator service konvensional. Produk treatment yang ada umumnya mengandung nitrit tinggi atau asam keras, selain merontokkan karat bahkan kemungkinan besar akan melarutkan bahan-bahan besi vital dan menyebabkan keausan logam.
RC1 juga aman bagi bahan-bahan yang terbuat dari karet, tidak akan berpengaruh jika bahan-bahan tersebut terkena secara langsung RC1.
CARA PENGGUNAAN :
  1. Untuk mobil baru, RC1 langsung dimasuikkan ke radiator dan sedikit ke tangki cadangan (reservoir).
  2. Pada mesin baru, micro anti-corrosion RC1 langsung memberikan perlindungan berikutnya, RC1 ditambahkan lagi (500 ml) setelah 6 bulan berikutnya.
  3. Mobil lama. Panaskan mesin dan buang seluruh air pendinginnya. termasuk yang di reservoir. setelah tutup buangan air radiator dipasang dan dikencangkan, masukkan satu botol RC1 . setelah itu, baru masukkan air. selama mesin digunakan, RC1 akan mengikis kerak dan karat yang menumpuk pada sistem pendingin. secara bertahap, air radiator pun akan mengalami perubahan warna. setelah 1 bulan, buanglah air radiator yang sudah keruh itu. gantilah air radiator yang telah dicampur dengan RC1 untuk berikutnya, RC1 ditambahkan setiap 6 bulan.
CATATAN :
  • Pada air tertentu yang dicampur dengan RC1 , akan terjadi perubahan warna. Air secara bertahap menjadi coklat dan coklat keruh. Ini menandakan, tingkat keasaman air yang digunakan cukup tinggi atau kadar mineralnya rendah.
  • Untuk air dengan ph-7, warnanya tidak akan berubah, warnanya tetap merah. By alamanda