yang lain dari manonjaya

Sabtu, 30 Oktober 2010

Sistem pendingin...

Sistem pendingin...

Salah satu faktor yang mendukung panjangnya umur pakai dari mesin adalah terjaga baiknya kondisi Cooling System atau sistem pendingin mesin. Terutama untuk mesin diesel yang bekerja pada rasio kompresi yang sangat tinggi sehingga panas mesin merupakan hal yang krusial dalam kestabilan operasinya.
Salah satu faktor yang mendukung panjangnya umur pakai dari mesin adalah terjaga baiknya kondisi Cooling System atau sistem pendingin mesin. Terutama untuk mesin diesel yang bekerja pada rasio kompresi yang sangat tinggi sehingga panas mesin merupakan hal yang krusial dalam kestabilan operasinya. Seperti yang kita tahu, mesin diesel pada aplikasi otomotif memakai air sebagai medium pendingin, dimana air ditampung di dalam radiator dan dibantu oleh water pump atau pompa air sebagai perangkat pembantu sirkulasinya.

Secara garis besar komponen sistem pendingin yang utama antara lain adalah:

* Radiator sebagai penampung air sebagai medium pendingin dan perangkat pelepas panas medium pendingin.
* Waterpump atau pompa air sebagai perangkat distribusi sirkulasi medium pendingin
* Cooling fan
* Thermostat sebagai pengatur sirkulasi medium pendingin.
* Selang air sebagai pengalir sirkulasi air diluar water jacket.
* Water jacket atau alur air di dalam blok mesin sebagai jalur sirkulasi medium pendingin dalam tugasnya menjaga temperatur kerja mesin.
* Fan Shrout

Masing masing komponen sistem tersebut memiliki ketergantungan dan menjadi satu kesatuan yang utuh agar temperatur kerja mesin dapat terjaga.

Sistem sirkulasi sistem pendingin mesin dengan medium air adalah sebagai berikut. Ketika mesin baru akan dihidupkan (biasanya di pagi hari), suhu air pada radiator berkisar pada suhu ruang yaitu sekitar 23 deg.C. Ketika mesin dinyalakan, air yang berada di dalam blok mesin bersirkulasi dengan bantuan waterpump melewati selang by-pass tanpa melewati radiator. Mengapa tidak melewati radiator? Itu dikarenakan lubang air menuju radiator masih ditutup oleh termostat, sementara itu lubang by-pass yang letaknya berseberangan dengan lubang menuju radiator terbuka memungkinkan waterpump mengalirkan air yang keluar dari blok mesin untuk kembali masuk ke dalam blok mesin untuk mendinginkan silinder, oil cooler dan cylinder head. Mengapa dibuat demikian? Fase ini disebut sebagai fase pemanasan dimana air yang bersirkulasi di dalam blok mesin sengaja tidak di dinginkan agar suhu kerja mesin, berkisar di 85-90 deg.C cepat tercapai.

Ketika mesin mencapai suhu kerja, temperatur air pada sistem sirkulasi fase pendinginan pun naik hingga 85-90 deg.C. Ketika air dengan temperatur tersebut sampai ke rumah thermostat, thermostat yang oleh pabrikan di-set untuk membuka pada suhu antara 85-90 deg.C membuka, sehingga memungkinkan air dari blok mesin masuk ke radiator. Dengan membukanya thermostat, ujung dari thermostat tersebut menutup lubang by-pass yang berseberangan dengan jalur keluar air. Dengan tertutupnya lubang by-pass tersebut juga memungkinkan waterpump untuk memompa air dari dalam radiator untuk menjaga temperatur kerja dari mesin tersebut. Air yang keluar dari blok mesin masuk ke radiator untuk didinginkan dengan bantuan tiupan angin dari fan, baik mekanik maupun elektrik. Fase ini disebut fase pendinginan. Disaat mesin berkerja pada putaran rendah, suhu kerja mesin turun dari 85 deg.C, maka otomatis si thermostat kembali menutup untuk menjaga temperatur air tidak berkurang dari suhu kerja mesin, dan akan membuka kembali ketika suhu tersebut tercapai kembali. Kedua fase ini berpindah secara bergantian bergantung dari temperatur mesin itu sendiri.

Ada kesalahpahaman yang terjadi pada pengguna kendaraan yaitu melepas thermostat karena dianggap benda tersebut mengakibatkan temperatur mesin naik dari yang semestinya. Hal ini perlu dicermati karena seperti komponen mesin yang lain, thermostat pun memiliki umur pakai. Indikasi dari thermostat sudah tidak dapat bekerja secara maksimal adalah temperatur mesin naik lebih tinggi dari suhu normalnya bila dilihat dari indikator temperatur di dalam kendaraan. Mencopot thermostat bukan sebuah tindakan yang bijaksana karena dengan mengilangkan thermostat sebagai pengatur sirkulasi air di sistem pendinginan terebut, sirkulasi air akan berjalan tidak sempurna. Tanpa thermostat, fase pemanasan dan fase pendinginan tidak terjadi, dikarenakan pada temperatur mesin masih dingin, air sudah masuk ke radiator, padahal temperatur air belum perlu untuk didinginkan. Tanpa thermostat, lubang by-pass pun tidak tertutup sehingga waterpump akan memompa air dari lubang by-pass tersebut. Hal ini mengakibatkan debit air yang didesain untuk berjalan di keseluruhan waterjacket tidak tercapai. Suplai air menuju ke tempat terjauh dari waterpump terganggu karena adanya pencabangan, jalur pertama yaitu jalur bypass langsung ke kembali ke waterpump sementara jalur kedua ke waterjacket. Dengan berkurangnya debit air tersebut, pendinginan untuk silinder nomor 3 dan nomor 4 menjadi berkurang, mengakibatkan suhu pada kedua silinder ini naik dari suhu kerja optimalnya. Terlebih lagi, temperatur air yang dideteksi oleh sender/sensor temperatur air adalah air yang baru saja didinginkan oleh radiator yang secara tidak sengaja terhisap oleh waterpump karena terbukanya lubang by-pass sehingga pada panel indikator temperatur menunjukkan suhu mesin dingin sementara pada silinder 3 dan 4 tidak mendapatkan pendinginan yang cukup. Pada kondisi ekstrem, kurangnya pendinginan akan memicu pemuaian piston sehingga besar kemungkinan piston tersebut macet karena pemuaian tersebut.

Permasalahan pada cooling system dapat dicermati dengan melihat apakah fungsi masing masing komponen bekerja dengan baik. Untuk mengecek apakah thermostat masih berfungsi dengan baik dapat dengan cara melepas perangkat tersebut kemudian merebusnya di dalam panci berisi air. Ketika air mendidih, thermostat tersebut harus sudah membuka, apabila tidak artinya sudah tidak dapat dipakai lagi. Untuk waterpump, apabila terlihat ada tetesan air dari lubang dibawah as pulley, itu merupakan tanda awal bahwa waterpump tersebut mengalami kerusakan. Waterpump yang rusak tidak dapat diperbaiki, harus diganti dengan yang baru. Apabila kondisi thermostat dan waterpump dalam keadaan baik namun temperatur masih diatas normal, besar kemungkinan radiator sudah tidak berfungsi dengan baik. Untuk perbaikannya bisa dilakukan dengan bantuan tukang radiator. Kondisi clamp dari selang selang pun harus dicermati, karena apabila kerapatan clamp sudah tidak pada kondisi normal, air panas dapat keluar dari sela sela selang karetnya, lama kelamaan air akan habis sehingga mengakibatkan mesin mengalami overheating.

Sebagai tambahan dari sistem pendinginan di atas, untuk mengoptimalkan kerja cooling fan atau kipas pendingin udara dalam menjaga kestabilan suhu air di radiator, penggunaan fan shrout atau rumah kipas mutlak harus ada. Absennya fan shrout membuat hembusan udara dari fan tidak terfokus pada radiator, apalagi bila kendaraan melaju pada kecepatan tinggi. Hembusan udara dari arah bawah kendaraan dapat memecah konsentrasi udara pendingin yang ditiup oleh fan ke radiator

Fungsi, masalah n solusi tutup radiator

Jangan sepelein ac donk..........

Kondisi jalan macet di kota ditambah cuaca panas, harus diimbangi dengan kenyamanan dan kesejukan dalam mobil. Untuk itu, pendingin udara (AC) harus bekerja secara optimal.
Bagaimana jika AC mobil tidak bekerja secara sempurna. Tentu serasa di dalam Oven. Saat AC menyala terkadang suhu kabin masih terasa panas. Selain freon habis, bisa juga disebabkan perangkat AC mobil kita bermasalah. Untuk itu, ada baiknya kita perhatikan hal-hal berikut untuk mengantisipasi kerusakan AC.Menjaga kebersihan kabin sangat penting diperhatikan. Debu-debu atau partikel kotor akan tersedot ke dalam evaporator sehingga terjadi penjamuran dan spora. Kondisi ini sangat tidak baik buat kesehatan, dan menimbulkan bau yg tidak enak bila AC dihidupkan.
Semprotkan air yang kencang pada bagian kondensor AC. Kotoran atau debu yang menempel bila dibiarkan akan mengeras bisa mengakibatkan korosi atau keropos sehingga menyebabkan kebocoran pada bagian kondensor.
Bila ingin menghidupkan AC, lakukan pada saat posisi RPM rendah. Hal ini dilakukan untuk menghindari gesekan yang keras antara pulley dan pressure plate � pada kompresor AC. Pulley dan pressure plate memang menjadi komponen yang sangat penting dalam sistem kerja AC. Pressure plate bertugas sebagai penghubung sehingga poros kompresor AC dapat berputar. Tugas sebagai penghubung itu baru bisa dijalankan setelah pressure plate menempel ke pulley. Pressure plate ini akan melekat ke pulley ketika kita menghidupkan AC. Masalahnya, pulley adalah komponen yang selalu berputar selama mesin hidup. Dan, putaran pulley itu berubah-ubah. Kadang cepat, kadang lambat. Tinggi rendahnya putaran pulley tergantung kerja mesin. Pulley akan berputar cepat ketika putaran mesin per menit (RPM) tinggi demikian sebaliknya.
Dari cara kerja itu kita bisa memperkirakan, kapan waktu yang tepat untuk menempelkan pressure plate ke pulley. Dan kita pun bisa membayangkan apa yang terjadi bila kita menempelkan pressure plate pada saat putarannya sangat kencang. Pada putaran kencang, gesekan antara permukaan pressure plate dan pulley akan sangat keras. Bila kebiasaan ini terus terulang, permukaan gesek dua komponen ini akan cepat aus. Bila sudah terlanjur aus, efek berikutnya cukup merepotkan: tenaga putar mesin tidak dapat diteruskan secara maksimal ke kompresor AC.
Periksalah kipas yang terletak di depan kondensor. Apakah hidup bila AC dinyalakan. Bila tidak gantilah segera sebab akan mengakibatkan kompresor rusak atau selang high press bisa meledak. Lakukan perawatan setahun sekali. Bagian yang perlu diganti adalah Receiver Dryer, Oil Kompresor, services blower, evaporator, dan kuras kondensor dan freon.

Cara tepat merawat mobil anda

Cara tepat merawat mobil anda

just sharring........!!!!!!!!!
Dua Pemeriksaan untuk Pastikan Tenaga yang BerkurangBesar kecilnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin seharusnya tidak dipengaruhi oleh jarak tempuh. Jika tenaga semakin kecil atau bahkan mesin terasa tak bertenaga saat kendaraan sudah menempuh jarak yang jauh (dalam waktu yang lama) berarti ada sesuatu yang menggangu kinerja mesin kita. Anda patut bertanya-tanya, dan silakan manfaatkan layanan konsultasi SMART FM BENGKEL KLINIK agar permasalahan menjadi lebih jelas.

Dilihat dari kasusnya, kemungkinan besar gejala seperti ini dipicu oleh overheating akibat sistem pendinginan tidak bekerja dengan baik. Kaitannya dengan overheating memang erat. Mesin yang overheating akan membuat beberapa komponen (misalnya, piston dan silinder) di mesin memuai secara berlebihan. Akibatnya, gerakan komponen-komponen di mesin menjadi berat karena gesekan antar bagian. Itulah yang membuat output tenaga yang dihasilkan pun merosot. Jika tetap dipaksakan, mesin dapat mogok.

Selain overheating, penyebab lainnya adalah tidak normalnya sistem pengapian, bisa karena koil, kabel busi maupun busi itu sendiri. Mungkin saja kondisi komponen-komponen tersebut sudah tidak baik sehingga mudah terpengaruh oleh panas kendaraan. Saat panas, hambatan yang terdapat pada komponen tersebut menjadi besar. Pada akhirnya, percikan api dari busi juga menjadi lebih kecil. Percikan yang kecil menyebabkan bahan bakar tidak terbakar secara sempurna, otomatis tenaga yang dihasilkan menjadi berkurang.

Jadi, pertama, untuk memastikan sistem pendingin mobil Anda masih bekerja dengan baik, periksalah kualitas air radiator, sirkulasi air, radiator, selang-selang penghubung radiator ke mesin atau mungkin kipas pendingin. Jika ternyata semua dalam kondisi baik-baik saja, ini langkah yang kedua, alihkan perhatian ke komponen pada sistem pengapian untuk memastikan masih layak atau tidaknya komponen-komponen tersebut.

Sebetulnya, pada saat melakukan servis berkala, dua pemeriksaan penting di atas sudah pasti dilakukan. Agar berkendara menjadi lebih aman, nyaman serta komponen lebih terawat, lakukanlah service rutin.

Menjaga Tutup Radiator, Mencegah Overheating
Ilmu berharga dalam merawat mobil. Suatu ketika, saat menempuh perjalanan keluar kota. mesin mobilnya mengalami overheating. Setelah mobil diparkir dan kap mesin dibuka, ternyata radiatornya tidak berpenutup. Inilah yang menyebabkan sistem pendingin mesin tidak bekerja dengan baik sehingga air radiator tidak dapat mendinginkan mesin. Beruntung tutup radiator hanya jatuh dan terselip di sela-sela mesin.

Setelah kejadian itu, terinspirasi ide kreatif. Demi mencegah terulangnya kasus tutup radiator yang jatuh, "Ada baiknya dipasangi rantai kecil".Dengan cara ini dapat memperkecil kemungkinan tutup radiator jatuh atau pengendara lupa memasang kembali tutup radiator setelah memeriksa air radiator.
Terjadi overheating karena ternyata radiator tidak berpenutup. Sehabis membuka tutup radiator dalam rangka memeriksa kuantitas dan kualitas air, mereka pada umumnya lupa untuk memasang kembali. Akibatnya, ketika mobil dioperasikan lama kelamaan mesin mengalami overheating.

Dengan bentuknya yang kecil memperbesar kemungkinan kita terlupa, atau kehilangan benda ini setelah melepasnya dari radiator. Padahal, tutup radiator memegang peran penting. Ada dua katup dalam komponen ini, yaitu: katup tekan dan katup vakum. Kedua katup ini secara bergantian mengeluarkan dan menghisap sehingga air berputar dari tangki reservoir (tangki cadangan) ke radiator.

Meskipun begitu, seperti pernah kami ulas ketika membahas cara merawat sistem pendingin, kami menyarankan agar pemeriksaan air radiator tidak perlu dengan buka tutup radiator, tetapi dengan melihat air di tangki cadangan. Buka tutup radiator cukup dilakukan pada saat menguras air radiator. Terlalu sering membuka tutup radiator akan memperbesar peluang katup buka atau katup tutup mengalami kerusakan. Bila terjadi kerusakan, otomatis kerja komponen ini terganggu.

Cara Menguras dan Mengisi Ulang Air Radiator
Radiator dan sistem pendingin termasuk bagian penting yang mendukung kelancaran kerja mesin mobil. Salah penanganan, bukan mustahil bila di perjalanan mobil Anda malah mengalami mogok gara-gara overheating. Di antara sekian banyak kesalahan, kekeliruan yang cukup sering terjadi misalnya adalah saat menguras dan mengisi air radiator.

Agar tidak keliru, berikut ini langkah-langkah dalam menguras dan mengisi ulang air radiator:

1. Buka sumbat radiator (letaknya di bagian bawah radiator), lalu buka tutup radiator dan biarkan alir mengalir keluar.
2. Setelah semua air keluar, tutup sumbat radiator dan mulailah menuangkan air dari penutup radiator sampai penuh (paling baik menggunakan air suling dan menambahkan aditif/coolant). Untuk kendaraan yang dilengkapi dengan katup pembuang udara seperti Avanza, pada waktu mengisi air, katup ini dibuka hingga air keluar melalui katup ini.
3. Setelah penuh, silakan menutup radiator rapat-rapat.
4. Hidupkan mesin dengan posisi AC off. Biarkan mesin hidup sampai kipas elektrik berputar, lalu matikan mesin. Jangan lupa, di tahap ini Anda harus memeriksa selalu temperatur gauge di dashboard, dan segera matikan mesin bila temperatur naik melewati batas. untuk kendaraan yang tidak menggunakan kipas elektrik, bisa dengan melihat indikator temperatur di dashboard sampai jarum menunjuk posisi setengah.
5. Buka kembali penutup radiator saat mesin sudah dingin. Lalu, periksa apakah air masih tampak penuh. Jika ya, berarti proses mengisi air radiator telah selesai dan Anda bisa langsung ke langkah no 7. Tapi jika tidak, tambahkan kembali sampai batas mencapai maksimum.
6. Tutup kembali radiator dan ulangi langkah 4-5 di atas.
7. Periksa juga tangki cadangan air radiator. Permukaan air harus di atas batas "MINIMUM".

Tahap selanjutnya perlu kita lakukan untuk memastikan bahwa kuantitas air yang harus kita masukkan sudah sesuai dengan yang dibutuhkan sistem pendinginan mesin. Secara teknis, sewaktu kita mengisi air radiator dengan kondisi mesin dingin, maka ada kemungkinan air tidak sampai ke bagian mesin yang berada jauh dari radiator. Dan ketika temperatur naik saat mesin dihidupkan, maka air dalam radiator akan tersedot dan bersirkulasi ke mesin. Itulah yang membuat kuantitasnya tampak berkurang ketika penutup radiator dibuka kembali saat mesin telah dingin.

Nah, inilah yang patut dihindari. Pastikan kuantitas air radiator cukup tiap kali mengisi kembali air radiator.

Matikan Air Conditioner, Kurangi Beban Mesin
Di antara objek yang harus sering kita lihat saat berkendara adalah indikator-indikator yang terletak di dashboard. Salah satunya adalah indikator yang menunjukkan temperatur mesin. Jika jarum indikator menunjukkan ke level HOT, Anda harus waspada. Bila kecenderungan temperatur terus naik, coba matikan pendingin (AC) untuk mengurangi beban mesin agar mobil yang Anda kendarai terhindar dari overheating.

Setelah berada di tempat yang aman, segera lakukan pemeriksaan pada sistem pendingin mesin. Bukan tak mungkin penyebabnya sangat sederhana: yaitu, air radiator mobil Anda nyaris habis. Kecenderungan ini kerap dialami para pengendara, terutama bagi mereka yang jarang memeriksa kuantitas dan kualitas air radiator.

Pada sistem pendingin yang bekerja dengan sempurna, kuantitas air radiator memang tidak pernah berkurang. Jumlah air di tangki reservoir (cadangan) akan selalu berada di antara garis MAX dan MIN. Hanya ada dua kemungkinan besar yang memicu air radiator berkurang. Pertama, terjadi kebocoran pada sistem radiator, baik kebocoran di pompa air, radiator, selang-selang maupun pipa-pipanya. Kedua, kondisi tutup radiator yang tidak bagus sehingga fungsi katup tekan dan hisapnya tidak bekerja dengan baik yang berakibat sirkulasi air radiator dari tangki ke mesin terganggu.

Kedua penyebab di atas banyak dipengaruhi oleh faktor usia. Mungkin saja terjadi kebocoran di pompa air, selang-selang, pipa, radiator maupun tutup radiator karena korosi. Semakin lama usia kendaraan, semakin besar terjadi kemungkinan bocor dan tutup radiator yang tidak normal.

Meskipun demikian, sebagai pengendara kita dapat memperpanjang usia dengan melakukan penggantian air radiator sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan oleh pabrikan. Akan lebih jauh juga jika Anda menggunakan air khusus untuk sistem radiator.

Waspadai Mesin Tak Stabil Saat Idle
Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang boros bukan hanya disebabkan oleh gaya berkendara yang tidak tepat, jalan macet, melainkan juga bisa dipengaruhi dari setingan mesin kendaraan kita. Terutama dari pengaturan campuran bahan bakar dan udara yang kurang pas. Bisa jadi, pengaturan perbandingan bahan bakar mesin tidak tepat sehingga membuat campuran menjadi “gemuk”. Disebut “gemuk” karena pasokan bahan bakar ke ruang bakar lebih besar dari yang dibutuhkan.

Itu sebabnya, pengaturan campuran udara dan bahan bakar mempengaruhi boros tidaknya konsumsi bbm. Nah, untuk mengetahui pas atau tidaknya pengaturan tersebut, caranya sangat mudah. Salah satunya dapat kita deteksi ketika mesin dalam posisi idle. Jika RPM mesin turun naik, ini pertanda pengaturan perbandingan bahan bakar dan udara yang kurang pas. Seharusnya, setelah kunci kontak diputar ke posisi START dan mesin hidup, RPM tetap stabil saat pedal gas kita diamkan.

Karena itu, waspadai mesin yang tidak stabil dalam posisi idle. Selain mengakibatkan konsumsi yang lebih boros, sangat mungkin mesin tiba-tiba mati saat mobil tengah kita pacu di tengah di jalan.

Cara mengetahui pengaturan campuran bahan bakar dan udara yang kurang pas dengan metode lebih sederhana adalah melalui uji emisi gas buang. Coba saja ikuti kegiatan uji emisi gratis yang sering Agung Automall adakan melalui program TOYOTA MOBILKU. Bila pada kertas hasil test tertera kadar HC dan CO yang terlalu tinggi, berarti bahan bakar yang masuk ke ruang bakar terlalu besar daripada yang dibutuhkan akibat pengaturan yang tidak pas.

Solusinya sederhana. Tinggal mengatur kembali perbandingan campuran bahan bakar dan udara di kendaraan. Setiap melakukan servis rutin di bengkel pun biasanya mekanik melakukan pemeriksaan dan penyetelan rasio bahan bakar dan udara yang terbakar atau sering disebut setel CO.

Meskipun demikian, bukan tak mungkin bila penyetelan sudah pas tetapi pembakaran bbm tetap tidak sempurna. Untuk memastikannya, lakukanlah pemeriksaan throttle body. Kemungkinan besar komponen tempat mengalirnya udara ini kotor dan mengganggu kelancaran aliran udara ke ruang bakar.

Selain itu, periksa juga sistem pengapiannya. Barangkali ada busi yang sudah mati, coil sudah aus atau tahanan-tahanan pada kabel busi pengapian terlalu tinggi.


Jika Mesin Tak Kuat Saat AC Dihidupkan
Suhu di Indonesia lumayan panas. Karena itu, bagi para pengendara, Air Condition (AC) sudah menjadi kelengkapan standar. Tak akan terasa nyaman bila berkendara tanpa dihembus dinginnya AC. Apalagi, bila jalur yang dilewati padat dan kerap dilanda kemacetan.

Namun, agar bisa benar-benar bekerja dengan baik, AC juga butuh performa mesin yang prima. Jika tidak, bukan mustahil tiap hendak menghidupkan AC, mesin tidak kuat. Seakan-akan mesin akan mati sehingga kita terdorong untuk menginjak pedal gas. Mesin memang tetap hidup sepanjang pedal gas terus diinjak.

Pada umumnya, kasus seperti di atas muncul karena penyetelan RPM (putaran per menit) tidak ideal. Penyetelan yang ideal adalah penyetelan yang menyesuaikan antara putaran mesin dan beban yang harus diangkat mesin. Beban utama yang harus diangkat mesin adalah berat fisik kendaraan beserta muatannya. Selain itu, yang juga menjadi beban mesin adalah kompresor AC saat dihidupkan. Mesin akan terasa mau mati bila beban tidak sesuai dengan putaran mesin.

Nah, untuk menyesuaikan beban dan putaran mesin itulah penyetelan RPM diperlukan. Idealnya, pada saat idle (AC tidak dihidupkan) kurang lebih 800 RPM. Apabila idle dengan kondisi AC hidup, kurang lebih 900 RPM. Bila penyetelah mesin adalah 800, tapi AC dihidupkan, maka mesin akan cenderung mati.

Biasanya, saat kendaraan di tune up, akan selalu dilakukan penyetelan RPM. Ini sudah prosedur standar di setiap bengkel mobil. Hanya, tidak semua mobil membutuhkan penyetelan. Tergantung sistem bahan bakar yang digunakan.

Penyetelan akan sangat dibutuhkan pada mobil-mobil yang menggunakan sistem bahan bakar karburator. Pada mobil yang menggunakan sistem bahan bakar injeksi, ada yang memerlukan penyetelan manual, ada juga yang sudah otomotis dilakukan oleh komputer mesin.

Perlu diingat, penyetelan harus dilakukan secara periodik. Karena, getaran yang ditimbulkan mesin membuat baut setelan RPM berubah, atau mengendor. Sebaiknya penyetelan dilakukan setiap 10.000 km, atau setiap kali di-tune up.

Jadi, jangan lupa untuk tune up mobil Anda secara periodik. Selain RPM akan disetel, juga untuk memeriksa komponen-komponen yang berpotensi rusak. Misalnya, busi, platina, kondensor, van belt, saringan udara, saringan bensin, atau saringan solar pada mobil berbahan bakar diesel.

VISCO FAN RADIATOR

VISCO FAN RADIATOR

Mari kita sharring apa sich visco fan itu......?????Fan / Kipas radiator mesin mobil biasanya terdiri dari Kipas Elektrik dan Kipas Manual alias diputar oleh mesin, untuk kipas jenis elektrik diperlukan sebuah sensor temperatur untuk meng On/OFF kan kipas/fan sesuai dengan temperatur kerja mesin melalui relay FAN, sedangkan untuk jenis kipas manual yang berputar seiring putaran mesin terdiri dari kipas yang terhubung langsung dengan mesin serta jenis kipas yang memanfaatkan kekentalan/viskositas  zilikon atau sering disebut Visco Fan.
Prinsip kerja kipas visco(Visco Fan) tidak berbeda jauh ama kipas manual mobil lama, yakni mengikuti putaran mesin, tetapi visco fan didalamnya memiliki sebuah pengatur otomatis kecepatan putaran baling-balingnya sesuai temperatur radiator mesin dengan memanfaatkan bimetal yang sensitif terhadap perubahan temperatur untuk membuka atau menutup saluran silikon di dalam visco fan sesuai dengan panas yang diterima dari radiator.
Pada saat suhu radiator dingin maka baling2 kipas berputar lebih rendah dari pulley kipas(selip) sehingga temperatur kerja mesin cepat tercapai, sedangkan pada saat mesin temperatur panas maka kecepatan baling2 visco fan akan berputar sama dengan putaran pulley kipas.
Sehingga pada saat mesin mati, kipas visco akan dapat kita putar tanpa mesin ikut berputar. Untuk putaran yang terlalu ringan tanpa beban biasanya disebabkan oleh silikon di dalam visco yang kurang atau habis.

MEMAHAMI FUNGSI ALTERNATOR

MEMAHAMI FUNGSI ALTERNATOR

Sistem pengisian pada kendaraan mempunyai 3 rangkaian komponen penting yaitu Aki, Alternator dan Regulator. Alternator sendiri terdiri dari komponen-komponen seperti gabungan kutub magnet yang dinamakan rotor, yang didalamnya terdapat kumparan kawat magnet yang dinamakan stator.
Alternator mulai berfungsi untuk menghasilkan listrik/pembangkit listrik ketika mesin dihidupkan untuk disalurkan ke aki dengan mengkonversi / mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC. Sedangkan regulator punya fungsi sebagai alat pengatur dan pembatas voltase yang terdiri dari sebuah rangkaian dioda yang dinamakan rectifier serta dua kipas dalam (internal Fan) untuk menghasilkan sirkulasi udara.
Model Alternator
Model alternator untuk setiap jenis mobil itu berbeda-beda, tapi kebanyakan alternator mempunyai regulator yang berada didalamnya ( IC built In), namun untuk tipe yang lama mempunyai regulator diluar. Tidak seperti model yang lama, tipe yang punya IC bulit in ini dapat dengan mudah diperbaiki dengan membuka tutup bagian atasnya.
Tipe lainnya adalah model pulley alternator yang diikat/dikencangkan ke bagian sumbu rotor. Alternator dengan tipe ini tidak mempunyai kipas luar yang menjadi bagian dari pulley-nya namun sudah mempunyai 2 kipas dalam untuk sirkulasi udara pendingin, tidak seperti jenis alternator lama yang menggunakan kipas luar untuk pendinginan.
Antara Aki dengan Alternator
Besaran daya yang terdapat alternator beragam, mulai dari yang paling kecil yang mempunyai daya 35 A hingga yang terbesar yang beredar dipasaran yaitu 220 A. Karena berfungsi sebagai pembangkit daya listrik ke aki, apabila ada penambahan perangkat atau aksesoris mobil yang membutuhkan beban listrik yang besar / banyak, cukup dengan mengganti alternatornya bukan aki. Karena bila memperbesar daya listrik di aki tapi penyaluran tenaganya lebih kecil, maka aki akan tetap tekor. Jadi makin besar beban listrik yang dipakai, makin besar juga daya dari alternator yang harus dipergunakan.
Perawatan Alternator
Tidak ada hal khusus untuk merawat alternator, tapi apabila ada kerusakan dapat dideteksi secara dini melalui konsol dashboard yang terdapat gambar aki, apabila berkedip-kedip berarti tidak ada pengisian ke aki dan bisa jadi terdapat kerusakan pada alternator selain dari aki-nya. Aki sendiri berhubungan langsung dengan dinamo starter. Selain itu juga, jangan menambah beban listrik yang berlebihan pada kendaraan, karena dapat memperpendek umur dari alternator ataupun umur dari aki.
Karena terdiri dari bermacam-macam komponen, maka apabila ada kerusakan pada salah satu komponennya masih bisa diperbaiki (rekondisi). “pengerjaan kerusakan dari alternator bisa mencapai 3-5 jam tergantung dari tingkat kesulitan kerusakan dari alternator”.
Dengan sistem rekondisi,  dapat diperbaiki alternator tersebut asalkan dengan kondisi kerusakan yang kurang dari 50% atau tidak terlalu parah. Apabila kondisi kerusakan lebih dari 50%, lebih baik diganti dengan model baru. Untuk kisaran harga rekondisi di galeri Alternator sendiri harga dipatok mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, semua tergantung dari kondisi si alternator itu sendiri.

solusi overhead pada suzuki jimnySolusi Overhead pada suzuki jimny mobil-jimny-retro-lj10-jangkrikMemilih jenis mobil retro, buat sebagian orang adalah suatu hal yang memusingkan kepala. Daya tarik dari setiap merek yang beredar, juga jenis kendaraan yang beraneka ragam, membuat pilhan hati semakin sulit. Selain itu, memiliki mobil retro saat ini bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan transportasi, tetapi bagi sebagian orang sudah menyangkut prestise dan “lifestyle” sebagai upaya untuk menikmati hidup. Hobi memang identik dengan kepuasaan hati. Jip, adalah salah satu pilihan para penggemar mobil retro yang sedang naik daun. Kondisi jalan di Indonesia yang relatip sulit ditebak, membuat pilihan kendaraan retro jenis ini menjadi sangat rasional. Salah satu mobil jip retro yang saat ini sedang digemari masyarakat Indonesia, terutama para penggemar petualangan di alam terbuka, adalah Suzuki Jimny. Di tengah harga bahan bakar minyak yang mahal, mobil jip berukuran kecil ini memiliki banyak kelebihan seperti hemat BBM, harganya relatif terjangkau untuk kalangan masyarakat menengah, modelnya tidak ketinggalan zaman, serta mudah perawatan. mobil-jimny-retro-sierra-kanvasSemenjak kelahiran pertamanya pada 1968 silam, jip retro berdimensi kecil ini sudah menarik perhatian dengan melawan arus. Yang disebut kendaraan 4×4 pada jaman itu (bahkan sampai saat ini) identik dengan kendaraan dengan sosok besar dan gagah. Menggunakan mesin bertenaga besar yang konsumsi BBM-nya boros. Pendahulu Suzuki Jimny muncul dengan sosok kecil,namun dengan kemampuan off-road yang luar biasa. Konsep yang memberikan kemampuan 4×4, ketangguhan, efisiensi BBM, serta kemudahan dalam perawatan ini terbukti sukses. Pada 21 April 2007, dua off-roader edan asal Chili,Gonzalo Bravo dan Eduardo Canales berhasil mencatat rekor dunia baru,puncak gunung tertinggi yang pernah di daki sebuah jip 4×4. Dengan sebuah Suzuki Samurai SJ 413 (Jimny) retro buatan 1986, mereka mendaki gunung berapi tertinggi di dunia, Ojos de Solado, di Chili. Duet itu menembus ketinggian 6.688 m (DPL). Ini menggantikan rekor yg ditorehkan Jeep dengan JK Wranglernya, yang sebulan sebelumnya mencapai 6.646 m, serta VW Touareg dngn 6.081 m pada 2005. mobil-jimny-retro-turbo-trepes-wikimediaorgTak disangka, sebuah jip retro mungil, dengan beberapa moodifikasi yang sudah jamak dilakukan pemilik Jimny, di tangan off-roader amatir pula, mampu menumbangkan raksasa otomotif dunia yang menggunakan kendaraan canggih, kru profesional, dan dukungan dana tak terbatas. Pencapaian tersebut merupakan salah satu contoh kehebatan jip jimny retro yang sudah mendunia ini. Jip retro Suzuki jimny yang beredar di Indonesia terdiri dari beberapa model dengan penggerak 4×2 dan 4×4, dengan kode LJ80, SJ410, SJ413, Katana. Saat ini para pengguna jip retro Suzuki berpenggerak 4×2, mulai tergoda untuk mengubahnya menjadi berpenggerak 4×4, seperti Jimny lansiran ‘82” atau kondang disebut “Jimny Trepes”, atau Jimny Sierra lansiran ‘83-84, karena kelebihannya di medan offroad. Suzuki Jimny Sierra ini memang sedang naik daun. Selain kemampuan 4×4 nya yang mumpuni, di mata para penggemar off-road, Sierra memiliki kelebihan desain atapnya yang sudah memakai model hardtop seperti jip buatan Amerika . Sehingga tidak heran kalau saat ini banyak kaum hobi yang memodifikasi Jimny SJ410 standar menjadi model Jimny Sierra. mobil-jimny-retro-side-roof-turbo-wikimediaorgSebagai rujukan dalam pengembangan aksesori Jimny adalah negara Australia yang saat ini masih menjual model Samurai. Sedangkan Indonesia sudah mengakhiri produksi Jimny sejak tahun 2007 lalu. Secara umum, dapat dikatakan bahwa mobil ini cukup tangguh, namun ada satu kelemahan dari mobil jip retro ini yang seringkali mengganggu kenyamanan saat menggunakannya yaitu seringnya “overheating”. Overheating adalah gejala di mana sebuah mesin kendaraan mengalami panas berlebihan di atas suhu kerja optimumnya. Mesin yang mengalami overheating akan kehilangan daya (putaran tidak rata dan kemudian mati) bahkan jika sudah parah peningkatan suhunya akan mengakibatkan kerusakan yang cukup parah. Demikian juga, mesin Suzuki Jimny/Katana bisa mengalami overheating jika pada keadaan tertentu ada faktor/sebab yang memicu terjadinya overheating tersebut. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai sebab-sebab overheating dan penanganan yang bisa dilakukan pada Suzuki Jimny/Katana. mobil-jimny-retro-lj10-jangkrik-2Sama seperti mobil-mobil lainnya, Suzuki Jimny/Katana memiliki komponen-komponen utama sistem pendinginan yang secara garis besar sama. Komponen-komponen itu antara lain: radiator, tutup radiator (radiator cap), kipas pendingin, pompa air, thermostat, selang-selang utama inlet dan outlet, selang by-pass, dan water jacket (jalur pendingin pada blok dan kepala silinder). Gangguan pada satu atau lebih komponen tersebut akan mempengaruhi kinerja sistem pendinginan mesin sehingga akan memicu terjadinya overheating. 1. RADIATOR Komponen ini berfungsi utama sebagai penukar panas cairan pendingin. Cairan pendingin bersuhu tinggi yang keluar dari mesin akan didinginkan ketika berada di radiator dengan bantuan hembusan udara yang melewati kisi-kisi radiator. Dengan demikian, saat memasuki mesin, suhu cairan sudah turun sehingga bisa bertugas untuk menjaga suhu mesin. Permasalahan yang sering terjadi pada radiator adalah: a). Bocor. Kebocoran pada radiator bisa mengakibatkan berkurangnya volume cairan pendingin sehingga pertukaran panas dari mesin ke cairan pendingin terganggu. Kebocoran bisa terjadi karena radiator retak, terbentur keras, korosi, keran pembuangan yang rusak, atau tutup radiator yang rusak. Solusi: Perbaiki bagian-bagian yang bocor. Jika ada bagian yang mengalami korosi, sebaiknya diganti dengan bagian yang baru (jika belum parah) di tempat servis radiator. Jika sudah parah, sebaiknya unit radiator diganti baru. Untuk keran pembuangan yang bocor, biasanya karena O-ring karet sudah rusak. Ganti dengan yang baru, atau ganti sumbat keran pembuangan. Untuk tutup radiator yang rusak, sebaiknya ganti baru dengan spesifikasi yang sama dengan standar. b). Kotor/berkerak. Disebabkan karena digunakannya cairan pendingin yang mengandung endapan mineral. Kerak-kerak yang menempel di jalur dalam radiator akan menghambat pelepasan panas. Selain itu, kerak kerak tersebut juga bisa menyebabkan korosi yang mengikis ketebalan dinding radiator sehingga lambat laun akan menyebabkan kebocoran. Solusi: Bersihkan radiator. Jika belum parah bisa menggunakan radiator flush yang dijual bebas dipasaran. Jika sudah parah sebaiknya lakukan servis radiator. Untuk pencegahan, pakai cairan pendingin yang bebas mineral atau radiator coolant dengan takaran yang sesuai. 2. TUTUP RADIATOR. Komponen ini bertugas untuk mengatur tekanan sistem pendinginan sekaligus mengatur level volume cairan pendingin pada tingkat ideal. Kerusakan pada tutup radiator bisa berupa seal karet yang sudah rusak atau pegas yang sudah lemah. Solusi: Ganti baru dengan spesifikasi sesuai standar dengan batas tekanan 0.9 bar (pastikan dengan spesifikasi standar pabrik). Jika memakai spesifikasi di atas standar (1.1 atau 1.3 bar) akan terjadi tekanan berlebihan pada sistem pendinginan sehingga justru akan merusak komponen-komponen pendinginan yang lain. 3. KIPAS PENDINGIN. Fungsi utamanya adalah untuk menghasilkan aliran udara sehingga udara bisa mengalir melalui kisi-kisi radiator dan meniup ke arah mesin untuk membantu pelepasan panas. Gangguan yang sering terjadi adalah: - Putaran kipas yang kurang cepat.Biasanya karena tegangan fan belt kurang sehingga terjadi selip. Solusi: Atur ulang tegangan fan belt. Usahakan lendutan fan belt pada bagian antara dua puli yang terjauh antara 10 – 12 mm. - Kipas yang terlalu lentur sehingga melentur saat berputar. Solusi: Ganti baru dengan kualitas yang baik. c). Pemasangan kipas terbalik. Posisi yang benar adalah bagian cekung bilah kipas menghadap mesin. Jika terbalik,.aliran udara yang dihasilkan akan pecah/tidak fokus sehingga proses pendinginan kurang optimum. 4. POMPA AIR (WATER PUMP). Fungsi utamanya adalah untuk mensirkulasikan cairan pendingin melalui jalur-jalur cairan pendingin. Jika kerja pompa air terganggu, maka sirkulasi cairan pendingin tidak akan optimum sehingga proses pertukaran panas juga akan terganggu. Pompa air pada mesin Jimny/Katana juga berfungsi sebagai dudukan kipas pendingin. Masalah yang sering timbul adalah: Pompa air bocor. Biasanya karena usia pakai atau tegangan fan belt yang terlalu keras sehingga membebani bearing dan seal pada pompa air tersebut. Ciri-cirinya: timbul bunyi gerusan dari arah pangkal puli kipas pendingin. Jika sudah parah akan terlihat kebocoran dari arah pangkal puli kipas pendingin Solusi: Ganti baru sebab pompa air Jimny/Katana didesain sekali pakai. 5. THERMOSTAT. Fungsi utama thermostat adalah mengatur aliran cairan pendingin dan mengatur suhu optimum mesin. Thermostat bekerja dengan cara menutup aliran cairan pendingin dari mesin saat suhunya masih rendah dan membuka saat suhunya mencapai ukuran tertentu, biasanya di sekitar suhu kerja optimum mesin (82 – 88 derajat C). Dengan demikian, thermostat mengatur agar cairan pendingin yang berada di mesin benar-benar mendinginkan mesin dan cairan pendingin yang berada di radiator benar-benar diturunkan suhunya. Jika thermostat rusak atau dilepas, maka sistem pendinginan akan terganggu. Gangguan yang sering terjadi adalah: - Thermostat rusak. Solusi: Ganti baru. - Pemasangan yang kurang tepat sehingga menyebabkan kebocoran. Sebaiknya baca dan ikuti petunjuk pemasangan yang ada di dalam kemasan produknya dengan teliti. 6. SELANG INLET DAN OUTLET. Letak selang-selang ini adalah di atas dan bawah radiator, menghubungkan radiator dengan jalur pendingin di mesin. Masing-masing selang ini diikat dengan klem. Gangguan yan g sering terjadi adalah: - Bocor/retak/robek. Biasanya terjadi karena usia pakai, kualitas selang yang kurang baik, atau pengencangan klem yang berlebihan. Solusi: Ganti selang dengan kualitas yang baik. - Selang sering lepas/robek pada bagian klem. Selain karena pengencangan klem yang berlebihan, masalah ini juga disebabkan karena pemotongan selang terlalu banyak sehingga selang menjadi terlalu pendek. Akibatnya, fleksibilitas selang berkurang sehingga saat mesin beroperasi, getarangetaran mesin akan menarik bahkan merobek selang tersebut. Solusi: Sebaiknya ganti selang agar tidak telalu banyak sambungan yang berarti menambah titik rawan kebocoran. c). Pemakaian selang yang tidak sesuai. Akibatnya, pemasangan selang juga tidak pas sehingga mengakibatkan hal-hal seperti selang kempis, robek, atau tercabut. Solusi: sebaiknya usahakan mengganti selang lama dengan selang baru yang memiliki ukuran, kualitas, dan bentuk sama. 7. SELANG BY-PASS. Berupa selang kecil dengan panjang sekitar 10 cm. Letak selang by-pass berada di bawah rumah thermostat (jalur outlet) dan menghubungkan antara jalur inlet dan outlet cairan pendingin pada mesin. Fungsi utama adalah sebagai jalur kompensator tekanan yang dihasilkan oleh pompa air pada saat thermostat tertutup sehingga mencegah tekanan berlebihan dari pompa air yang bisa merusak sistem pendinginan. Gangguan yang paling sering terjadi adalah bocor atau robek. Penyebabnya adalah usia pakai, kualitas yang kurang baik, atau selang yang kurang sesuai. Solusi: Ganti selang dengan kualitas yang baik dan ukuran yang pas. 8. WATER JACKET. Water jacket adalah ruangan dan jalur-jalur cairan pendingin yang berada di dalam blok mesin dan kepala silinder. Water jacket menyelubungi bagian-bagian mesin yang menimbulkan panas saat mesin bekerja, seperti silinder dan ruang bakar. Di water jacket terjadi pertukaran panas antara komponen mesin dengan cairan pendingin. Dengan cara inilah suhu mesin terjaga pada tingkat optimum. Gangguan yang bisa terjadi adalah: - Water jacket kotor/berkerak. Penyebabnya adalah penggunaan cairan pendingin yang kurang bersih atau mengandung mineral. Jika dibiarkan, selain mengganggu proses pelepasan panas mesin juga akan menyebabkan korosi. Solusi: Bersihkan dengan memakai radiator flush. Ulangi beberapa kali jika dirasa perlu. Sebaiknya cairan pendingin menggunakan coolant yang bisa mencegah terbentuknya timbunan kerak pada water jacket. Atau jika tidak menggunakan coolant, sebaiknya rutin dikuras. - Bocor/rembes.Biasanya karena kondisi packing/gasket kepala silinder sudah kurang baik. Ciri-cirinya, pelumas mesin berwarna coklat susu karena tercampur cairan pendingin. Solusi: Ganti packing/gasket kepala silinder dengan yang baru. Jika pelumas terkontaminasi, sebaiknya juga diganti. Lakukan penggantian pelumas berikutnya lebih cepat dari jadwal rutin dengan tujuan untuk membuang kadar cairan pendingin di dalam pelumas lebih cepat. Setelah yakin bebas dari kontaminasi, jadwal penggantian rutin bisa kembali seperti semula. - Bocor karena blok atau kepala silinder retak. Ini bisa terjadi jika mesin mengalami overheating yang sangat parah atau terjadi penambahan/pengurangan suhu secara drastis. Juga bisa terjadi karena benturan keras. Kasus seperti ini jarang terjadi. Solusi: Jika belum parah/melewati toleransi, masih bisa ditambal/rebuilt. Namun jika sudah cukup parah, sebaiknya diganti baru.

Ada tips lagi nich.........

Tips Otomotif : Cara mencegah mesin mobil overheat, yang wajib anda ketahui

Mobil Overheat
Pernah mogok dijalan karena mesin mobil anda kepanasan alias overheat? menyebalkan bukan? Nah, saya akan mencoba menjelaskan kenapa mesin mobil kita bisa overheat. Karena, hal tersebut bisa dicegah hanya dengan pemeriksaan rutin.
System pembakaran dalam mesin kendaraan bekerja dengan kondisi panas, Hasil pembakaran bensin dalam ruang bakar menghasilkan panas yang akan menghasilkan enerji mekanis untuk menggerakan piston dan memutar cruck as (crank shaft) untuk kemudian disalurkan ke roda.
Semakin panas mesin, semakin efisien kerjanya, akan tetapi panas yang ada dibatasi dengan ketahanan panas dari piston dan head yang biasanya terbuat dai alumunium atau cast iron.
Kebanyakan mesin-mesin saat ini di desain untuk bekerja maksimal pada temperature kerja normal sekitar 195-2200F, kondisi panas ideal yang akan menghasilkan performa  maksimal dan konsumsi BBM yang ideal.
Akibat overheat
Saat mesin mengalamai overheat, hal yang pertama terjadi adalah mesin terasa ngelitik atau batuk-batuk, dan mulai kehilangan tenaga hal ini disebabkan oleh kombinasi panas dan tekanan ruang mesin yang melebihi batas octane BBM kita. Kombinasi tadi dapat menyebabkan kerusakan parah pada piston, ring piston, dan rod bearing. Selain itu, panas dan tekanan berlebih dapat membengkokan head, terutama yang terbuat dari alumunium.
Penyebab Overheat
  • Isi radiator kurang
  • Kebocoran pada radiator dan selang radiator
  • Water jacket (saluran air pendingin dalam mesin) dipenuhi kotoran.
  • Kondisi thermostat yang tidak mebuka tutup maksimal.
  • Water pump tidak bekerja maksimal.
  • Tutup radiator yang sudah jelek.
  • Extra Fan Mati.

Yang harus di periksa

Thermostat
thermostat
Prinsip kerja thermostat adalah mengalirkan air pada suhu ideal, 80-90C. Jadi dia akan membuka dan mengalirkan air agar dapat bersirkulasi dari mesin menuju radiator pendingin sehingga suhu mesin terjaga optimal.
Cara chek :
Rebus thermostat sampai mencapai suhu 80-90C, apabila membuka, berarti normal, apabila membuka sebagian, atau tidak terbuka samasekali, silakan ganti dengan yang baru.
Thermoswitch
thermoswitch
Biasanya terpasang diradiator, sensor ini akan bekerja pada suhu 80-900C, dan akan menyalakan extra fan untuk mendinginkan radiator.
Cara Check :
Rebus dengan air mencapai suhu 80-900C, Ukur tahanan nya dengan Multimeter angka yang dihasilkan harus 0 (nol) yang berarti bekerja dengan baik.
Extra Fan
Extra Fan

Periksa apakah extra fan bekerja dengan baik, jika perlu ganti extra fan dengan bilah yang lebih banyak utuk mendapatkan efek pendinginan yang lebih baik
Tutup Radiator (Radiator Cap)
radiator_cap

Periksa apakah tutup radiator masih dalam kondisi yang baik, karena tekanan yang berkurang akibat dari radiator cap yang buruk akan menekan titik didih air pendingin.
Water Pump
water-pump(bottom)

Water pump bekerja untuk men sirkulasikan air dari mesin ke radiator, biasanya bilah-bilah pada water pump lama kelamaan terkikis, hingga kerjanya tidak maksimal.
Radiator
radiator

Kisi-kisi radiator yang terbuat dari alumunium berfungsi sebagai pendingin, pastikan bahwa radiator tidak mampet, bisa dibawa ke servis radiator untuk dikorek/dibersihkan.
Water Jacket
waterjacket

Water Jacket adalah saluran air dalam mesin yang befungsi untuk mengalirkan air yang akan mendinginkan mesin, Gunakan radiator flush untuk membersihkan kerak yang menumpuk dalam water jacket.
TIPS
  • Campurkan Air dengan radiator coolant, bisa 50/50 atau 70/30 campuran maksimal.
  • Perhatikan Lampu tanda overheat.
  • Stop kendaraan, parkir sampai kondisi normal kembali
  • Jangan paksakan menjalankan kendaraan jika lampu overheat menyala
  • Jangan pernah melepas thermostat.
Demikian sedikit info yang mungkin bisa berguna.